Jasa Raharja Siagakan 2.000 Petugas dan 29 Tim Mudik Lebaran 2026

Rabu, 04 Maret 2026 | 12:36:00 WIB
Jasa Raharja Siagakan 2.000 Petugas dan 29 Tim Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Mudik Lebaran 2026/1447 H menjadi perhatian utama berbagai pihak untuk menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat. 

PT Jasa Raharja (Persero) memperkuat sinergi nasional melalui Operasi Ketupat 2026, menyiagakan ribuan petugas dan tim reaksi cepat di seluruh titik strategis di Indonesia. 

Kehadiran negara secara cepat dan terintegrasi diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan, serta memastikan jaminan perlindungan bagi seluruh pengguna transportasi.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan pada arus mudik Lebaran kali ini bukan hanya membayarkan santunan, tetapi memastikan negara hadir secara cepat ketika terjadi risiko kecelakaan.

"Tugas Jasa Raharja bukan hanya membayarkan santunan, tapi memastikan negara hadir secara cepat dan tanpa penundaan saat terjadi risiko kecelakaan," ujar Awaluddin.

Kesiapan Personel dan Infrastruktur

Untuk menghadapi potensi kepadatan arus mudik, Jasa Raharja menyiapkan 2.000 petugas yang disiagakan secara nasional, serta 29 Tim Reaksi Cepat (TRC) yang ditempatkan di 29 kantor wilayah. Posisi mereka tersebar strategis di jalur mudik utama dan simpul transportasi agar tanggap terhadap insiden dapat dilakukan secara cepat.

Selain itu, perusahaan menyiapkan 25 Pos Pelayanan Terintegrasi, dibangun bersama pemangku kepentingan, serta 15 tenda taktis yang ditempatkan di titik rawan kecelakaan. Jasa Raharja juga menambahkan 1.700 rambu dan peringatan keselamatan untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan di jalur mudik.

Awaluddin menjelaskan, sejak awal tahun Jasa Raharja telah melakukan survei jalur tol dan arteri bersama Korlantas Polri dan Jasa Marga. Pengawasan dilakukan di simpul kritikal seperti Pelabuhan Merak-Bakauheni, untuk mengantisipasi kepadatan penumpang dan potensi risiko kecelakaan.

"Koordinasi langsung dengan Dirjen Perhubungan Darat dan Jasa Marga sudah dilakukan untuk memastikan seluruh ekosistem keselamatan nasional berjalan sinkron," tambah Awaluddin.

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, yang sebagian besar menggunakan mobil pribadi, sepeda motor, dan bus.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 25–26 Maret dan 28–29 Maret 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan, Polri akan menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk one way, contraflow, ganjil genap, hingga skema buffer zone di pelabuhan.

Dengan langkah ini, Jasa Raharja dan seluruh stakeholder berharap angka kecelakaan dapat ditekan, sekaligus memastikan pemudik merasakan kehadiran negara di setiap titik perjalanan.

Sinergi Lintas Sektoral

Operasi Ketupat menekankan koordinasi lintas sektor. Jasa Raharja bekerja sama dengan TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, Dirjen Perhubungan Darat, dan Jasa Marga untuk menciptakan ekosistem keselamatan nasional yang terintegrasi.

Dedi Prasetyo menegaskan bahwa seluruh upaya ini bertujuan mengoptimalkan manajemen arus lalu lintas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan Lebaran di kampung halaman.

"Kami berkomitmen mempertahankan bahkan meningkatkan capaian Operasi Ketupat sebelumnya. Dengan potensi pergerakan masyarakat yang besar, Polri bersama seluruh stakeholder akan mengoptimalkan manajemen rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, one way, contraflow, hingga buffer zone di pelabuhan agar pengamanan berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat," ujar Dedi.

Pos Pelayanan dan Tenda Taktis

Jasa Raharja menyiapkan 25 pos pelayanan terintegrasi di titik strategis jalur mudik. Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan darurat bagi pemudik.

Selain itu, 15 tenda taktis ditempatkan di titik rawan kecelakaan dan simpul transportasi utama. Tenda ini menyediakan fasilitas dasar, termasuk pertolongan pertama dan komunikasi cepat dengan TRC. Dengan tambahan 1.700 rambu dan peringatan keselamatan, pemudik akan lebih mudah mendapatkan informasi penting di jalur perjalanan.

Tips Aman Selama Mudik

Untuk menjaga keselamatan, pemudik disarankan:

Mengikuti petunjuk petugas Jasa Raharja dan Polri di pos-pos layanan

Memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh

Memantau jalur tol dan arteri melalui aplikasi resmi atau pos Jasa Raharja

Menggunakan jalur alternatif saat rekayasa lalu lintas diterapkan

Memperhatikan rambu peringatan keselamatan di sepanjang perjalanan

Langkah-langkah ini diharapkan membantu masyarakat menempuh perjalanan lebih aman, nyaman, dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.

Jasa Raharja, melalui Operasi Ketupat 2026, menunjukkan komitmen negara hadir di tengah masyarakat. Dengan menyiagakan ribuan petugas, TRC, pos pelayanan, tenda taktis, serta rambu keselamatan, perusahaan mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Sinergi dengan Polri, TNI, dan kementerian terkait memastikan ekosistem keselamatan nasional berjalan terintegrasi. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi seluruh pemudik. 

Kehadiran Jasa Raharja di lapangan menjadi jaminan bahwa negara hadir dengan cepat saat masyarakat menghadapi risiko, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perlindungan transportasi nasional.

Terkini